Jumat sore adalah jadwal Cinta dan seluruh murid TK A, B dan PG kemping di halaman belakang sekolah mereka yang biasa dijadikan arena outbond. Ini adalah tema acara kesekian yang rutin dilakukan untuk menunjang kurikulum sekolah. Yang lainnya, mereka sudah mengunjungi pabrik indofood, simulasi peraturan lalu lintas di kantor polisi, mengunjungi pabrik tahu sumedang, karnaval, mengunjungi warung internet, mengunjungi sekolah akting, outbond dan sebagainya.
Pokoknya full aktivitas yang aku rasa menjurus ke cara anak mengamati sebuah proses. Bagus juga, mengingat sebagian besar pengetahuan yang anak TK itu dapat malah baru kukenal saat SMA.
Acara Supercamp itu sendiri dilaksanakan dua hari, jumat dan sabtu dimana anak-anak TK B diwajibkan menginap diarena supercamp sedangkan murid TK A dan PG boleh pulang malam harinya. Sabtu akan diadakan acara Family Gathering.
Aku merasa menikmati juga anakku bersekolah dengan metode belajar seperti di sekolahnya ini. Bermain sambil belajar. Malah, yang aku lihat untuk siswa sekolah dasarnya cara belajar mereka beda dengan saat aku sekolah dulu.
Kalau dulu bangku sekolah berbaris dan berjejer kebelakang tapi kalau sekarang di kelas sekolah dasar sekolah ini bangkunya melingkar mengepung guru. Setiap kelas ada dua orang wali kelas sebagai penanggung jawab. Masing-masing guru itu akan bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan 10 sampai 15 siswa asuhannya.
Makanya, Cinta saban minggu akan mendapat telpon dari bu Liza sebagai penanggung jawab yang mengontrol perkembangannya disekolah dan dirumah. Cara belajarnya juga interaktif sekali. Ada banyak media yang digunakan salah satunya dengan game education di komputer. Mereka juga selalu mempraktekkan senam kecerdasan (sori, lupa metode ini temuan siapa) tiap paginya. Dan reportase atau jurnalistik juga sudah di perkenalkan dan digiatkan sejak dini.
Setau aku, kurikulum mereka ini dirancang dengan bekerjasama dengan salah satu universitas ternama di Indonesia. Jadi, istilahnya mutid PG, TK dan SD disini diajar berdasarkan standarisasi profesor sebuah universitas.
Kemping menjadi hal baru bagi Cinta. Mereka menikmati suasana yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Ada api unggun dan ada cerita-cerita yang disampaikan guru mereka yang mengangkat tema patuh pada orang tua dan sejenisnya.
Malam kami jemput Cinta, kebetulan mereka sudah bubaran dari api unggun untuk menuju ke dalam kelas dan tidur bagi yang menginap. Cinta karena masih TK A boleh dibawa pulang. Begitu anak-anak yang bubaran melintas didepan aku dan orangtua lainnya terlihat menangis tersedu-sedu. Ada apa ?
Dalam mobil.
Aku ; Cin, tadi kok semua pada nangis ya ?
Yuna ; Iya, knapa ?
iJas ; Ceritanya sedih kak..
Aku & Yuna ; Sedih ????
iJas ; Iya. Tadi gurunya becerita persis cerita pilem ayat-ayat cinta. Sedih.
Aku ; .........
Yuna ; Betul Cinta ?
Cinta ; Gak tau.
Aku ; Kok Cinta gak ikutan nangis ?
Cinta ; enggg...Kak iJas aja lah yang cerita pi.
iJas ; Gurunya cerita soal anak yang melawan sama orangtua trus ada lagi ceritanya anak-anak mesti merasa beruntung karna banyak anak lain yang nasibnya jelek dan udah gak punya orangtua lagi. Aku aja dengarnya sampe nangis juga kak.
Otak aku ; halah. kalo elo sih memang dasar cengeng jas...nonton pelem india, nangis...dengerin lagu dangdut, nangis.
Yuna ; Cinta belum ngerti ya apa yang diceritakan guru ?
Cinta ; Belum.
Ah, gak pa pa lah. Umurnya juga masih 4 tahun jadi jangan terlalu dipaksakan untuk mengerti sebuah cerita yang sebenarnya bertujuan agar anak tampil lebih baik dan lebih berbakti.
1.

2. Fasilitas Outbond mereka, panjat dinding dan kolam lintasan

3. Mereka ini ada dihalaman belakang sekolah yang digunakan untuk outbond. Terlihat bagian belakang sekolah yang sedang dibangun menjadi tiga lantai untuk TK dan SD.

4. Sedang mempersiapkan tenda kemping

5. Diruangan belakang sekolah ketika menjemput pulang Cinta malam hari.

Tag ; supercamp kids
by Juragan Pribumi · 2
Dari bincang bincangku dengan bang ery di sebuah kedai kopi, perbincangan kami pun melebar pada persoalan HIKMAS dan pemudanya.
HIKMAS (Himpunan Keluarga Mandailing Sekitarnya) merupakan organisasi kemasyarakatan tempat berhimpun dan bersosialisasi suku Mandailing (Tapanuli Selatan) di Pekanbaru. Anggotanya sudah sangat banyak sekali.
Saat ini HIKMAS telah berbentuk yayasan dengan memiliki madrasah dan TK (taman kanak kanak). Dan ini sebuah peningkatan sejak dibentuk tahun 1970 an lalu kalau tolok ukurnya tanggungjawab sosial pada masyarakat. HIKMAS juga sangat konsisten dalam mengadakan dan menyelenggarakan pengajian maupun acara keagamaan.
Ketika kita melihat realitas bahwa masyarakat mandailing anggota HIKMAS maupun yang bukan ternyata punya potensi besar lainnya maka tak salah kalau kami pemuda menginginkan peran dan kontribusi lebih dari HIKMAS dapat lebih ditingkatkan lagi salah satunya dengan berperan sebagai kekuatan ekonomi.
Masalahnya, keagresifan pola pikir dalam menghadapi tantangan dan tuntutan zaman lebih dimiliki para pemudanya. Dan HIKMAS yang lamban melakukan regenerasi dan kaderisasi organisasi akan membuat sungkan pemudanya untuk membawa ide-ide baru ke para tetua HIKMAS. Kenapa ? karena dalam tradisi mandailing setiap pemikiran yang dianggap layak dan baik adalah pemikiran orang tua. Tidak salah memang, tapi ini juga cenderung menghambat pemikiran-pemikiran dari pemuda mandailing yang progresif.
Pemuda selalu dianggap bau kencur.
Dapat dimengerti juga kalau hidup di zaman yang berbeda selalu melahirkan pola pikir yang berbeda. Selama ini himpunan masyarakat mandailing semata menjalankan fungsi sosial dan keagamaannya secara konsisten saja. Sisi ekonomi sepertinya luput digarap. Mungkin saja terkait dengan rasa aman dan nyaman berkeluarga dan berhimpun dengan tidak terlibat kegiatan ekonomi/bisnis masing-masing. Makanya, mencuatkan ide membangun komunitas bisnis / ekonomi akan terasa keluar dari pakem yang ada.
Kenapa bidang ekonomi ?
- Jumlah masyarakat mandailing baik anggota maupun non anggota HIKMAS diwilayah pekanbaru dan propinsi Riau sangat signifikan. Artinya ini adalah potensi pasar yang besar.
- Pemudanya yang rata" berpendidikan telah melahirkan generasi muda yang cerdas, kompetitif dan potensial sesuai tuntutan dan tantangan zaman.
- Banyak yang telah eksis menunjukkan kemampuan dan keuletan baik sebagai pegawai negeri sipil, swasta maupun enterpreneur pada akhirnya menunjukkan bahwa pemuda mandailing adalah sebuah kekuatan yang nyata.
- Pemuda mandailing adalah tipikal batak perantau yang pekerja keras dan pantang menyerah.
Maka tercetuslah ide mendirikan koperasi HIKMAS Naposo Bulung sebagai sentra bisnis yang mengakomodir kepentingan ekonomi anggotanya agar dapat maju bersama membangun perekonomian masyarakat mandailing maupun bangsa dan negara.
Tag ; pemuda mandailing
by Juragan Pribumi · 1
Nih dia jagoanku.
Dia memang hobi banget di poto. Kadang kepikiran juga mengikutkan dia fotomodel cilik tapi kek nya kok terlihat sangat feminim ya. Hmmm....yang penting setiap aksinya aku abadikan. Jpret !
1. Mirip Clooney.
2. 
by Juragan Pribumi · 0

Bagi anda yang ingin belajar jadi developer, saya akan memberikan sedikit pengetahuan agar dapat membantu anda mewujudkan rencana bisnis tersebut. Perlu diketahui, dunia property menawarkan banyak pilihan usaha,diantaranya ;
1. Menjadi EO untuk pameran perumahan
2. Menjadi broker perumahan
3. Menjadi pengembang perumahan.
4. Menjadi kontraktor pelaksana
5. Menjadi Konsultan Perencanaan dan Pengawasan.
6. Supplier material
dll
Dari pilihan diatas, tinggal kemampuan dan kemauan anda untuk memilihnya dan mewujudkannya.
Architect idea kali ini akan menjelaskan perihal menjadi developer alias pengembang perumahan. Apa saja yang perlu dipersiapkan ?
Pertama, Mental, sikap bisnis dan pengetahuan tentang dunia konstruksi. Ini sangat penting agar anda tidak terjebak dalam situasi yang akhirnya merugikan diri anda sendiri. Bisnis developer ini unik karena merupakan gabungan antara kemampuan pemasaran – kemampuan menakar nilai objek (tanah) dan kemampuan mengendalikan aspek kontruksi yang juga memiliki banyak sekali variable yang diperhitungkan. Hanya saja, pengendalian aspek konstruksi tidak berurusan dengan ‘owner’ seperti halnya dibisnis kontraktor proyek pemerintahan dan swasta karena andalah ‘owner merangkap kontraktor’ untuk usaha anda sendiri. Tapi, kemampuan anda menjadi ‘operator’ yang mengatur setiap aspek kontruksi mulai dari penentuan lokasi - rancangan site plan – type rumah - disain rumah – mutu bangunan - kemampuan mengatur keuangan di proyek dan mengatur supply material pada akhirnya akan menentukan kelanjutan usaha anda kedepannya.
Kedua, mendirikan perusahaan. Cara mendirikan perusahaan dapat anda lihat disini atau download disini. Untuk memudahkan pengembangan usaha dan menarik kepercayaan bank maka perusahaan harus berbentuk PT (Perseroan Terbatas).
Ketiga, Lokasi – Lokasi dan Lokasi ! ini adalah kunci keberhasilan dalam memasarkan unit rumah. Mengenai ukuran tanah, tidak menjadi persoalan penting bahkan anda bisa memulainya dengan unit yang sedikit asal, lokasi terpilih merupakan lokasi yang strategis jadi gak perlu repot dengan anggaran promosi yang besar.
Semudah itu ?...yups, untuk dasar pemikiran bisnis developer (pengembang perumahan) memang seperti itu. Untuk tahap selanjutnya, Insya Allah akan saya posting lagi.
by Juragan Pribumi · 5








