Apa itu KARMA ?
Yang jelas bukan judul lagunya radiohead yang asik punya.
Bukan pula mesti ditambah embel-embel sutra dibelakangnya *makin gak jelas*.
Aku gak tau pasti apa definisi 'karma' yang sebenarnya, tapi yang aku tau 'karma' selalu dipakai sebagai bahasa menjudge (menghukum) seseorang dengan mengkaitkan apa yang menimpanya saat ini (biasanya keadaan yang buruk dan tidak menguntungkan) dengan sesuatu dimasa lampau yang diketahui orang lain. Dan ini biasanya atas dasar, mengada-ada dan meraba-raba.
Ups, lupa nih. Selamat berjuang buat Prita yang mampu meyakinkan setiap orang bahwa kebebasan berpendapat meski itu sebuah kritik atas ketidak beresan akan didukung oleh seluruh rakyat Indonesia yang ingin negara ini lebih maju lagi. Buat Malay, 'Muncungmu Harimaumu'....kebetulan harimau itu tidak ada ditempat kamu maka harimau kami yang akan menerkammu. Indonesia adalah negara berdaulat yang merdeka dengan darah dan airmata rakyatnya dan bukan sebuah pemberian. Jadi gak perlu ngetes Indonesia dengan nyuruh kapal lewat-lewat sikit dari batas perairan di Ambalat, ato nyilet badan Manohara ato nyiksa TKI ato bisanya njiplak seni dan budaya trus diakui sebagai produk anda. Jadilah bangsa yang bermartabat dan kreatif.
Balik ke soal Karma. Dari sebuah perbincangan pribadi dengan teman. Duit modal usaha dipinjam puluhan juta trus gak dibalikin karena saat transaksi peminjaman itu hanya berlandaskan atas rasa percaya. Percaya aja kalo itu bakal dibalikin. Ternyata, gak dibalikin. Alhasil, modal usaha hilang trus yang make duit seperti gak punya dosa malah balik memutarbalikkan fakta. Jelas dong, yang minjamin duit bingun. Udah duitnya ilang, usaha gak jalan, kena fitnah malah orang lain yang gak tau mengatakan " terang dong dia kolaps karena dia itu kena karma karena dulunya dia...bla...bla...bla...bla 7x' ato ada yang bilang "Liat tuh si Anu, sekarang kere. Dia kenak Karma karna dulu bla...bla...bla...bla 7x jugak'.
Aku pribadi semakin gak ngerti tentang karma. Yang aku tau itu hanya faktor 'ketololan' ato 'kesialan' ato justru 'sikap mempercayai orang lain' adalah budaya luhur bangsa ini kok malah yang dipojokkan dengan cemoohan 'kena Karma'. Lha, kalo yang ngasi duit trus bangkrut disebut karma itu artinya yang ngambil duit (yang bukan haknya) adalah pihak yang benar, betulkan ?. Buktinya, yang ngambil duit malah pede abis karena dikarunianya kemampuan berbohong yang layak diacungi jempol bisa jadi mengendalikan cerita.
Kesimpulan sementaranya nih,.
Kalo anda gak mau kena karma maka anda mesti jadi,...Maling ! ...........aneh,aneh,aneh.
Selengkapnya...
Yang jelas bukan judul lagunya radiohead yang asik punya.
Bukan pula mesti ditambah embel-embel sutra dibelakangnya *makin gak jelas*.
Aku gak tau pasti apa definisi 'karma' yang sebenarnya, tapi yang aku tau 'karma' selalu dipakai sebagai bahasa menjudge (menghukum) seseorang dengan mengkaitkan apa yang menimpanya saat ini (biasanya keadaan yang buruk dan tidak menguntungkan) dengan sesuatu dimasa lampau yang diketahui orang lain. Dan ini biasanya atas dasar, mengada-ada dan meraba-raba.
Ups, lupa nih. Selamat berjuang buat Prita yang mampu meyakinkan setiap orang bahwa kebebasan berpendapat meski itu sebuah kritik atas ketidak beresan akan didukung oleh seluruh rakyat Indonesia yang ingin negara ini lebih maju lagi. Buat Malay, 'Muncungmu Harimaumu'....kebetulan harimau itu tidak ada ditempat kamu maka harimau kami yang akan menerkammu. Indonesia adalah negara berdaulat yang merdeka dengan darah dan airmata rakyatnya dan bukan sebuah pemberian. Jadi gak perlu ngetes Indonesia dengan nyuruh kapal lewat-lewat sikit dari batas perairan di Ambalat, ato nyilet badan Manohara ato nyiksa TKI ato bisanya njiplak seni dan budaya trus diakui sebagai produk anda. Jadilah bangsa yang bermartabat dan kreatif.
Balik ke soal Karma. Dari sebuah perbincangan pribadi dengan teman. Duit modal usaha dipinjam puluhan juta trus gak dibalikin karena saat transaksi peminjaman itu hanya berlandaskan atas rasa percaya. Percaya aja kalo itu bakal dibalikin. Ternyata, gak dibalikin. Alhasil, modal usaha hilang trus yang make duit seperti gak punya dosa malah balik memutarbalikkan fakta. Jelas dong, yang minjamin duit bingun. Udah duitnya ilang, usaha gak jalan, kena fitnah malah orang lain yang gak tau mengatakan " terang dong dia kolaps karena dia itu kena karma karena dulunya dia...bla...bla...bla...bla 7x' ato ada yang bilang "Liat tuh si Anu, sekarang kere. Dia kenak Karma karna dulu bla...bla...bla...bla 7x jugak'.
Aku pribadi semakin gak ngerti tentang karma. Yang aku tau itu hanya faktor 'ketololan' ato 'kesialan' ato justru 'sikap mempercayai orang lain' adalah budaya luhur bangsa ini kok malah yang dipojokkan dengan cemoohan 'kena Karma'. Lha, kalo yang ngasi duit trus bangkrut disebut karma itu artinya yang ngambil duit (yang bukan haknya) adalah pihak yang benar, betulkan ?. Buktinya, yang ngambil duit malah pede abis karena dikarunianya kemampuan berbohong yang layak diacungi jempol bisa jadi mengendalikan cerita.
Kesimpulan sementaranya nih,.
Kalo anda gak mau kena karma maka anda mesti jadi,...Maling ! ...........aneh,aneh,aneh.







