Jerman VS Spanyol



Hasil babak semifinal

Jerman Vs Turki skor 3-2
Pencetak Gol
Jerman: Bastian Schweinsteiger (26'); Miroslav Klose (79'); Philipp Lahm (90')
Turki: Ugur Boral (22'); Semih Senturk (86')

Spanyol Vs Rusia skor 3-0
Pencetak Gol
Spanyol: Xavi (50'); Daniel Guiza (73'); David Silva (82')

FINAL : JERMAN VS SPANYOL

Flashback...
Laga Jerman VS Turki bagi gua menjadi laga paling inspiratif sepanjang EURO 2008 ini.

Kedua negara tersebut pantang menyerah dan gak mo ngalah ! *ya iyalah, namanya jugak lagi tanding *. Semangat mereka menggebu gebu. Pertandingan berjalan alot dan sengit membikin jantung penonton berdetak kencang..tuk..tak...tuk...tak. Apalagi jelas keliatan kalo mental keduanya sama-sama pantang nyerah. Nah, mental yang begini ini dapat menjadi rujukan psikologis sepakbola Indonesia.

Memang aneh kalo pada kenyataannya disepanjang sejarah sepakbola Indonesia yang paling gak pernah itu adalah " punya target juara ". Apakah kalo masang target juara takut dibilang sombong ato ini cuma alasan pelatih biar kalo kalah dan gagal mencapai target turnamen pelatihnya gak di pecat. Mangkanya pelatih Indonesia selalu masang target sebatas..runner up grup...kalo bisa lolos perempat final...kalo bisa lolos semifinal ya syukur kalo enggak juga dianggap prestasi membanggakan jugak...dan aneka kerendahan hati (ato rendah diri ?) lainnya memandang kehebatan negara lain.

Tuh, liat Turki. Walopun Jerman itu udah bangkotan dalam urusan memenangkan turnamen tapi si Turki gak merasa minder ato istilah pelatih kita'masang target rendah dan sewajar-wajarnya' saat melawan Jerman.

Malah, bang Fatih Terim pelatihnya Turki selalu memompa semangat pemainnya dan meyakinkan mereka bahwa pemain Jerman juga kalo sering-sering berlari bisa keringetan dan napas ngos-ngosan sama seperti mereka. Kepercayaan dan rasa yakin pelatih inilah yang kemudian menjadi virus positip pada pemain, penonton dan seluruh warga negara Turki bahwa mereka mempunyai kesebelasan yang tangguh dan patut diperhitungkan.

Darimana rasa percaya diri bang Fatih Terim itu ? yang jelas dia meliat Turki punya komitmen dan motivasi kuat buat menjadi negara super. Bang Fatih Terim juga selalu ngasah kemampuan kepelatihannya. Liga domestiknya juga makin profesional dan tertata baik.

Dukunganpun mengalir deras...

Sebaliknya, meliat tim Turki bang Joachim Loew juga respek dengan memberi arahan pada kesebelasan Jerman untuk bermain total dan tidak pandang enteng lawan karena bisa-bisa nasibnya bakal seperti Kroasia.

Jadi, ketika kedua tim beradu motivasi dilapangan maka yang kita tonton adalah sebuah pertarungan fantastik di dunia sepakbola yang mampu menyihir dan menjadikan bebek menjadi angsa putih.

Pertandingan itu sendiri layak dinobatkan menjadi pertandingan terbaik EURO 2008.

Untuk urusan tim sepakbola, gua sih sejujurnya ngefans banget pada dua negara ini disamping juga Iran dan klub Bayern Muenchen. Jadi begitu nonton laga Jerman Vs Turki gua ngebayangin kalo ini adalah laga Final.

Apa asiknya sepakbola kedua negara ini bagi gua ?

Yang pertama, sebelum pluit tanda selese pertandingan ditiup maka kesebelasan lawan dibuat gak tenang. Selalu saja ada kemungkinan terciptanya gol di menit terakhir.

Yang kedua, selalu mengedepankan kekompakan dan kerjasama tim dan mau menjalankan strategi pelatih secara sempurna.

Jadi walopun secara individu, skill pemain Jerman dan Turki masih kalah oleh skill pemain dari Amerika Latin seperti Brazil dan Argentina tapi mereka mampu menutupinya dengan kemampuan bekerjasama dilapangan yang juga cantik dilapangan.

Bacaan Lengkapnya......

Penyanyi, Menejer dan Pelawak Dalam Blender



Sekitar abis sholat maghrib gitu deh gua ninggalin rumah sementara di tipi pas lagi acara reality show 'nyanyi didampingi mamak', pamit sama bini dan ngengggg keluar dari area perumahan lebur dengan laron-laron malam. En begitu urusan gua gak tuntas dan mesti dilanjutin besok hari maka gua pun pulang, gitu nyampe diruang tamu menuju ruang keluarga gua ngelirik jam ternyata jarum pendek udah menunjukkan pukul 22.30 wib. Gua berniat rileks sebentar sebelum kerja didepan komputer dan pilihan yang tepat adalah ngidupin tipi....milih-milih channel ternyata...MAMAKKKKK !...tuh acara masih ada dan masih idup dan belum juga ada tanda-tanda mo selese ! Mamak si Mia masih berusaha terlihat menawan dan mempesona mempromosikan kemampuan anaknya untuk jadi artis didepan juri potlok dengan melewatkan waktu sholat maghrib sedari tadi dan melewatkan waktu makan malam.

Penasaran, gua tengokin jugak nih acara....
Trus ada komentator yang nanyak,
Komentator : apa ibuk yakin anak ibuk menjual untuk jadi artis ( kira" begitulah inti pertanyaan si komentator )
si Ibuk : Very very yakin ( kira" begitulah jawaban si ibuk )

Otak Gua : gua cuma yakin besok pagi gua akan lupa lagi siapa nama anak ibuk itu ! karena gua bukan pengingat yang baik kecuali disuruh ngingat siapa penyanyi dan band faporit gua

Tapi mo gimana lagi, mungkin aja tema reality show ini bukan murni kompetisi olah vokal tapi lebih pada kompetisi olah emosi. Yups ! acara ini berusaha mengaburkan penilaian yang objektif tentang kemampuan dan skill peserta sebagai calon penyanyi dengan melibatkan pembelaan dari orangtua masing-masing peserta.

Jadi, begitu peserta yang mo diorbitkan jadi penyanyi profesional ini diadu dengan Taylor Hicks ato Carrie Underwood gua yakin kalo mereka mesti lebih banyak latian sekaligus berkompetisi lagi tanpa mesti mengikutsertakan mamak-mamak mereka keatas panggung untuk berbual dan berbohong soal kemampuan si anak.

Kalo reality show ini bertujuan mo ngorbitin sang mamak untuk jadi menejer profesional bagi gua pribadi jugak terasa janggal dengan pengertian begini, setau gua yang namanya menejer itu kemampuannya lahir dari kemampuan personal memanfaatkan kondisi tiada menjadi ada artinya ada keadaan dan ada proses alamiah untuk berkemampuan menjadi seorang menejer profesional.

Di reality show ini gua meliat prosesnya dapat disebut proses yang prematur untuk menjadikan seseorang menjelma menjadi menejer prosefional padahal menejer itu kemampuan menejerialnya 50 % akan menentukan bersinar ato redupnya karir si artis selain memang kemampuan si artis itu sendiri. Dengan tergesa-gesa alam pikiran penonton dipaksa untuk menelan omongan komentator ato MC nya bahwa ibuk-ibuk itu benar-benar akan menjadi seorang menejer artis.

Apakah acara ini mengecewakan jadwal rileks gua ?
enggak jugak sih....

Terbukti, lelucon yang di lempar para MC membuat gua senyum dan gua ngerasa sepertinya sedang menyaksikan acara komedi dengan latar belakang ceritanya adalah kompetisi nyanyi...hmmm..bukannya acara kompetisi nyanyi dengan latar belakang komedi loh...jangan salah eja ya.

Ah, sudahlah capek jugak kalo mo ngusilin acara ini. Negeri ini memang menjadi surga bagi sebuah kondisi yang terbolak balik dan surga bagi sebuah JALAN PINTAS ! mo diapakan lagih ????

Bacaan Lengkapnya......

Keras VS Kekerasan

Ditengah riuh rendah suara teriakan 'horee' dari suporter Jerman yang mengalahkan Portugal 3-2 gua masih kebayang juga dengan aksi 'horee' yang lain. Apakah ituuu ?...apalagi kalo bukan teriakan senang senior STIP meliat pukulannya mampu merontokkan rahang yuniornya. Dan ini benar-benar malam yang keras man ! terutama bagi gua.

Jerman yang sempat terlihat seperti putus asa ketika gak mampu keluar dari situasi tekanan yang dibuat kesebelasan Kroasia, pelan tapi pasti menunjukkan memang benar mereka adalah der panzer. Merebut rasa percaya diri mereka kembali dengan mengolah strategi yang jitu menjadi kemenangan. Menang atas Austria 1-0 dan berhak lolos ke perempat final.

Dan calon pelaut kita malah benar-benar terlihat sebagai gerombolan 'putus asa' yang gak bisa bermental dan berbudaya nusantara yang maritim itu. Siapa yang bisa menyangkal kalo dulunya bangsa kita disegani sebagai bangsa maritim. Prestasi leluhur kita sanggup mengangkat harkat dan martabat negeri Nusantara tanpa mesti melalui pendidikan pukulan, siksaan dan rahang bergeser untuk menjadi pelaut handal. Gua gak tau apakah perlakuan senior pada yunior yang terekam kamera itu dapat disebut sebagai strategi jitu untuk meraih kemenangan hidup bagi taruna itu setelah lulus nantinya dan bekerja ?

Jika Balack sebagai senior mukul dan nyiksa Podolski yang yunior untuk menjamin kedisiplinan bermain bola, apakah kemenangan kesebelasan sepakbola Jerman sebagai tim dapat terwujud ?...gua rasa boro-boro menang, mungkin saja Podolski malah gak bisa lari dan ngejar bola karena menderita sesak napas sehabis dipukul berkali-kali pada bagian dada dan perutnya.

Bacaan Lengkapnya......

yourlink